Terkadang perjuangan itu menyakitkan dan melelahkan

Apa itu perjuangan?

Seringkali kita mendengar kata perjuangan, perjuangan dalam menghadapi kerasnya kenyataan dunia, perjuangan dalam cinta, perjuangan untuk banyak orang, dan masih banyak lagi. Apa yang dimaksud kata perjuangan itu sendiri? Siapa yang mampu mendefinisikan kata tersebut? Tidak ada yang mampu secara detail menjelaskan definisi kata tersebut. Artinya perjuangan itu tidak dapat didefinisikan tapi dengan cara dibuktikan, contoh kecil dalam hal kehidupan, ketika kita direndahkan oleh banyak orang, kita harus melakukan sesuatu hal yang hebat maupun hal yang luar biasa, dan nantinya kita tidak direndahkan lagi, alhasil kita dapat membuktikan lewat diri kita yang bisa kita katakan sebagai perjuangan hidup dalam mendapatkan respect dari orang-orang yang dulunya merendahkan kita. Artinya perjuangan itu harus dibuktikan, bukan lewat kata-kata tapi perbuatan serta tindakan.

Mengapa perjuangan itu menyakitkan?

Perjuangan itu berat, tidak mudah serta banyak sekali yang kita korbankan, seperti meninggalkan kebiasaan lama, meninggalkan sesuatu yang buruk demi yang baik itu tidak mudah, mengapa demikian? Dikarenakan kita mengubah pola dan kebiasaan yang sudah terbiasa kita lakukan dan itu sangat berat. Maka harus diiringi dengan niat dan tekad yang kuat. Perjuangan akan membuat kita merasa lelah, ditambah kita melakukan perjuangan itu seorang diri, ketika banyak sekali dalam hidup ini membuat kita kecewa, entah itu keluarga, kerabat, sahabat, teman maupun pasangan. Tentunya perjuangan kita semakin terasa sangat berat, membuat kita putus asa, lepas kendali dan ada yang berujung pada kematian, karena tidak sanggup melanjutkan perjuangan yang sudah dilaksanakan, seperti perjuangan hidup mencapai cita-cita, jika dirinya sering gagal sehingga muncul rasa putus asa, pasti terlintas dalam benak untuk mengakhiri perjuangan hidupnya.

Perjuangan harus dilakukan secara bersama-sama

Manusia tidak bisa hidup sendiri, dari lahir hingga menuju kematian, tentu dalam hidupnya membutuhkan orang lain. Dalam hal ini manusia membutuhkan dukungan, dorongan, motivasi dari orang terdekat, jika orang terdekat pun tak dapat memberikan motivasi, tentu akan sangat berat bagi seseorang untuk melanjutkan perjuangannya. Pada dasarnya manusia harus kuat secara pribadi, tapi tidak menutup kemungkinan dirinya akan merasa lelah dan sedih. Ketika semua terasa begitu mengecewakan tentu dirinya akan diam, merenung hingga meneteskan air mata.

TUHAN selalu ada

Semua manusia diciptakan oleh Sang Maha Kuasa, ketika semua manusia sudah tak memperdulikan maka kembalilah ke TUHAN, karena berharap terhadap manusia tentu akan sangat menyakitkan, sebaik-baiknya penolong adalah TUHAN, jangan pernah merasa terpuruk, ingat bahwa TUHAN tak pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan manusia. TUHAN selalu ada, tapi kita selalu lupa untuk meminta pertolongan terhadap TUHAN. Terkadang kita begitu egois dan munafik untuk melakukan perjuangan tanpa melibatkan TUHAN, seharusnya dalam kehidupan ini kita selalu melibatkan urusan kita dengan TUHAN, niscaya semua akan ada jalan keluarnya. TUHAN itu menyayangi umatNya, tidak ada satu pun umat yang dibedakan dimata TUHAN itu sendiri, siapapun bebas meminta bantuan terhadap TUHAN.

Jangan bersedih! Ingat bahwa dirimu itu kuat

Kesedihan hanya melahirkan keterpurukan, angkat kepalamu dan berikan senyuman terbaikmu, tunjukkan kepada semua orang yang melupakanmu, mengkhianati, merendahkanmu dan menginjak-injak harga dirimu, buktikan kepada mereka kau mampu untuk berdikari, mandiri dan menjadi pribadi yang dapat diandalkan. Teruslah berusaha, belajar dan berdoa, ingatlah bahwa kau masih memiliki jiwa yang kuat, meski ragamu lelah, ingat bahwa jiwamu itu kokoh, kobarkan api yang ada di jiwamu untuk menggerakan ragamu yang mulai kelelahan, dibalik kesukaran akan ada kebahagiaan, tentu semua butuh proses dan waktu. Menyerah bukan pilihan, tapi bangkit adalah sebuah keharusan.


Penulis : Raiza Rana Viola Riady,S.H.

Palembang 28 desember 2019, disaat air hujan mengalir deras membasahi jiwa-jiwa yang kelelahan. 

Jadilah pelopor, jangan jadi pengekor

Comments

Post a Comment