Sarjana baru! Pikirkan dan renungkan

Sarjana baru! Pikirkan dan renungkan

Gelar sarjana adalah hal yang paling di impikan bagi banyak mahasiswa yang sedang berjuang untuk mendapatkan gelar tersebut. Entah S.H, S.E, S.T maupun gelar lainnya. Mereka para mahasiswa berjuang menempuh pendidikan selama 4 tahun kurang atau lebih tergantung dari pribadi mahasiswa itu sendiri. Menjadi seorang sarjana tentu menjadi kebanggaan bagi diri sendiri maupun keluarga, tentu hal tersebut tidak instan seperti membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang harus dilalui seperti bangun pagi untuk mengejar jadwal kuliah, berjuang memahami setiap proses pembelajaran yang diberikan dosen, menghadapi tugas, KKN, dan di akhir akan menghadapi namanya skripsi, ya seperti itu tahap yang akan dihadapi pada umumnya. Banyak dari mahasiswa tentu akan menghadapi kesukaran, stres di usia dini, belum lagi urusan pribadi yang membuat mereka akhirnya tidak mampu menyelesaikkan pendidikan mereka agar mendapatkan gelar sarjana tersebut. Perlu diketahui bersama, bahwa gelar sarjana bukan suatu hal yang sulit untuk didapatkan, jika kita memiliki tekad yang kuat, rajin dan selalu menerima dengan ikhlas apa yang dihadapi selama masa menjadi mahasiswa, tentu gelar sarjana nantinya akan kita dapatkan. Akan tetapi, tulisan ini bukan mengarah terhadap sulitnya lulus kuliah, lebih khusus kepada para sarjana baru yang masih menjadi penggangguran, bukan karena tidak memiliki skill, atau jaringan. Tetapi banyak faktor seperti sedikitnya lapangan pekerjaan, tentu ini menjadi masalah besar, setiap tahun ribuan kampus meluluskan pengangguran terdidik yang berharap bisa ditempatkan di sebuah perusahaan atau tempat bekerja. Faktanya, tidak semudah yang ada dalam pola pikir atau sesuai akan rencana. Ketidakseriusan pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan sehingga mengakibatkan penggangguran semakin tinggi, terkhusus penggangguran terdidik, apa gunanya sarjana yang banyak, akan tetapi tidak diberikan tempat untuk mengembangkan ilmu yang mereka dapatkan sesuai jurusan dan kompetensi mereka. Tiap tahun, angka pengangguran meningkat, pola pendidikan di negeri kita perlu dipertanyakan? Tentu kita mempertanyakan hal tersebut. Orientasi sarjana menjadi pekerja atau menciptakan lapangan pekerjaan, seharusnya sarjana mampu menciptakan lapangan pekerjaan, faktanya mereka tidak dibekali kemampuan dan wawasan agar mereka tahu memulai dari mana, lalu bagaimana membuka lapangan pekerjaan tanpa modal, bisa saja tetapi tidak semua sarjana baru bisa terpikirkan hal tersebut. Dikarenakan sudah tertanam mindset selama ini bahwa setelah lulus harus dapat kerja di kantor atau perusahaan. Lalu sebagai sarjana baru tentu dilema sekali akan hal tersebut. Solusi apa yang tepat untuk menghadapi kondisi ini? Apakah sarjana baru patut untuk disalahkan akan ketidaktahuan dan kemampuan mereka dalam membuka lapangan pekerjaan? Atau dalam hal ini pemerintah tidak serius menanggapi hal ini sehingga terjadi ketidakseimbangan antara sarjana lulus dan lapangan pekerjaan, sehingga angka pengangguran selalu meningkat setiap tahun. Mari kita sama-sama memikirkan langkah apa yang tepat untuk menghadapi permasalahan ini. Pasti diantara kalian yang membaca tulisan ini sadar akan kondisi hari ini, lalu hal apa yang ingin kalian lakukan setelah membaca tulisan ini?



raizarana00.blogspot.com

Comments